Paris Cafe-Romantic Bakery Shop

 

img-20161129-wa0014

For you who like romantic or cutie european style , this cafe really suitable for you! Its only take a few minute from Tugu Jogja by car. And just take a minute by walking from Tentrem Hotel, right at the A.M Sangaji street.

img-20161129-wa0021

While choosing the menus

This is the specific location address: Jl. A. Moh. Sangaji No.68 B, Cokrodiningratan, Jetis, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55233. Maybe you need to copy paste it! XD

img-20161129-wa0032

By accentuating the paris atmosphere and minimalist interiors this Paris Cafe is actually a bakery cake and pastry shop that sells European breads. Besides, Paris Cafe also provides hot drinks and a variety of other baverage. The Cafe consists of two floors. The first floor is only contain of the bakery shop and at the lower floor terrace there are a few chairs and a sofa with letter-U.

Continue reading

Advertisements

Last Day Lying under The Night Sky-PPSN 2015

at the traditional market

at the traditional market

Aku dan Ibi sowan dari tenda ke tenda di tapak kemah perempuan. ke tenda Jawa Timur. waw.., keren, disini tendanya kreatif sekali membuat tapak kemahya. Di bagian terasnya terdapat rak buku, dan isinya kalian tahu apa? Komik Conan semua! Saat aku dan Ibi masuk ke tenda ‘ruang tamu’, ada meda berkaki pendek dan buku tamu seperti di resepsi pernikahan.

di situ ada jam, tanggal, nama, asal kontingen, kontak yang bisa dihubungi. Dan terakhir tuuan kedatangan. Aku menyikut si Ibi dan bertanya “Tujuan kita apa?” ibi cuma nyengir dan memberitahuku dia sudah punya janji dengan kenalan cewek di sini. “Aku mau minta jenang disini,”

“Ibi! Eh., kowe tho,”  namanya Nisa, tubuhnya mungil dan kurus. tapi jelas mempunyai daya tarik tersendiri. Ia tampak cekatan dan cerdas. Pantas, saat diskusi makan siang tadi, Ibi menjelaskan betapa ia mengagumi gadis Jawa Timur ini. Dan mereka cuma bertemu kebetulan saja di bazar saat malam pengajian akbar. (Banyak yang kabur karena kebosanan).

Dari tenda Jawa Timur, kami mampir ke tenda Jawa Baraat. Nah, kalau ini memang teman-teman si Ibi dulu sebelum sekolah di Jogja. Pantas ia bisa bicara nyunda. Sampai ustadnya mereka di MTs dulu. Akhirnya dengan wajah gugup Ibi pun menerima handphone, waduh banyak kosa-kata Arabnya. Aku cuma diam dan meilih beramah-tamah dengan teman-teman lama Ibi. ” Ibi gimana dulu pas MTs?”

“Wah, pendiem dulu mah gue,” tahu-tahu si Ibi nyahut.

“Iya, dia pemalu dulu,” Aku seketika melongo. Gak nyangka aja Ibi yang supel ini pemalu “Resek gak dia?” Tanyaku lagi seraya terkekeh. “Iya nyebelin dia mah!” hebat. Betapa teman dekat justeru sering meledek dan mengejek. “Iya, na’am ustadz, ana fil kasyafah, Kalimantan ustadz,” Ibi menutup salam dan kami kembali ke tenda. Hujan malah menderas. Terpaksa Ibi berteduh sebentar di tendaku. Aku sibuk menyerok air yang menggenang di teras tenda. Tiba-tiba Kindi datang terengah. Dan jelas wajahnya tidak membawa kabar baik. “Kenapa Kak Kindi?” Tanyaku masih mengelap air yang tampias masuk ke dalam tenda.

Continue reading

Day Sixth-PPSN 2015 “It’s Play Time!”

SAM_1034

Kita semua tahu bahwa pramuka yang dulunya punya sejarah panjang hingga kini masih sangat berkembang. Sayangnya sampai hari keeenam ini pun aku belum benar-benar mempelajarinya. Belum benar-benar memaknai katap pramuka, terlebih merasakan jiwa Baden Powell yang merasuk. Pernah dengar, yel-yel ini

Mati urip, putune Baden Powell! 

wuah serasa dada berdebar mendenggar seluruh anak pramuka menggemakan satu kalimat singkat itu. Berhubung aku tidak berlatar-belakang kepramukaan, aku baru mengetahui, bahwa pramuka tidak sekedar bernyanyi, membuat yel-yel, baris-berbaris, menebak sandi kotak, mencari jejak dan hal-hal kinetis lainnya. Pramuka mempunyai banyak kesakaan.

Singkatan dari Satuan Karya. Untuk menampung banyaknya ragam skill selain life skill, seperti yang sudah kusebut tadi, pioneering, tali-temali dan tongkat, semapore dan lain-lain.

SAM_1038

Contohnya saka Widya Budaya Bakti. Yang menampung bakat Kesenian Film, cagar budaya, Bina Sejarah. Atau saka Pariwisata, pemandu dan kuliner.

pagi ini kebetulan aku “tidak sengaja” mengikuti kegiatan kesakaan Widya Bakti yaitu Paud dan Bina Lingkungan.

rombongan yang mengikuti kegiatan Bina Lingkungan

rombongan yang mengikuti kegiatan Bina Lingkungan

Jadi begini awal-mulanya, seharusnya aku mengikuti kegiatan Permainan Rakyat. Aku dan Shafnah. Ternyata entah mengapa semua peserta puteri dikumpulkan jadi satu. karena ada kerancuan disini. ada yang bilang orang keempat ikut Ice Breaking, ada juga yang bilang Permainan Rakyat. Kami lebih memilih Ice Breaking tentunya. Akhirnya kami nekad kabur dari barisan.

Continue reading

Day Five-PPSN 2015 “Hiking to Kahyangan”

me with the textpict

me with the textpict

Pergilah melihat tempat lain.. daki gunung hingga ke puncak, mengarungi samudera, ke pesisir, menyelam di laut Buaken, membelah sawah dan padang rumut. Pergilah ke tempat lain, sebelum kau berbangga diri, jangan puas menetap di rumah mewahmu yang nyaman.

SAM_0958

Kira-kira itulah prolog yang tepat untuk mengawali agenda kami pagi ini. setiap orang wajib membawa P3K dasar, satu botol mineral dan sedikit cemian. Yap, kami akan mendaki ke gunung kahyangan masih di daerah Tanah Laut. Tidak jauh dari Tambang Ulang. Selain air mineral setiap sangga wajib membawa terpal dan mantol kalau tidak ada terpal (untuk alas duduk nanti).

SAM_0970

Continue reading

Life is Too Short for Bad Coffees

10885332_10202237513699257_3695482301909881760_n

I and my family took around Jogja, (For Your Information now I’m already officially being a student in Yogyakarta) and our first place to hang out was a small coffee cafe in the area 0 Km close to my dorm. On the side of the road there was a traffic signs, but what unique from the signs was, it was a “One Stop Coffee” not stop or verboden. The cafe was transparent at all because the walls are made of fiber glass with full decoration of coffee beans stickers and café’s logo. In front, there was a cafe small terrace also, there was a blackboard stood up, and many coffee-quotes that written on it by colorfully chalks.

Continue reading