Pensil

pensil-untuk-hobi-menggambar

Aku kehilangan

Pensil

Apa ia, digulung dalam

Ratusan volume udara

dalam sekotak

ruang hampa?

 

Tunjuki aku titik hitam

di moncongmu

yang mencucu

Biasa bercumbu

dengan selapis putih

persegi panjang

 

Ayo! Tunjukkan padaku

Kau satu-satunya

Artefak dari peradaban

abad milenium

yang segera jadi purba

 

Hanya denganmu bisa

Kulukis memoar

atas ruang dan waktu yang ada

Ambil Saja

warga-di-china-geger-ada-manusia-bersay-fb5d94

Memang cuma waktu yang sadis

Membolak-balik pasir

Mengubah alur cerita

Seolah seisi bumantara mendukungnya

Dan kemarin dia datang

Mohon izin padaku–untuk mengambil….

 

“Ambil Saja!” Bentakku

Dia berkilah, mengkambing-hitamkan tuhan

“Hanya menjalankan perintah?!”

Seluruh emosiku sempurna terkumpul

di ubun-ubun

Dia bahkan belum sempat

Bilang ambil apa?

“Ambil dia kan??! Dari kehidupanku?”

Aku pura-pura tuli. Persetan .

Belasan nyaris 20 tahun

hanya menanti saat kepergiannya?

Diambil sang waktu?

Sadis.

“Bukan,” Lirihnya.

“Aku ingin mengambilmu, dari pikirannya. Hingga ia hidup tanpa namamu di ingatannya,”

boyangel