Communication is Not So Simple-Day Two Magangers Batch 8

Hari kedua

SONY DSC

Pak Ilham Khoiri

Hari ini agenda full dengan materi. Di pagi hari kami disuguhi tentang Marketing Communication. Kalau orang kebanyakan bilang MarComm. Suatu aktivitas suatu badan untuk menginformasikan dan persuading konsumen mengenai suatu brand. Ternyata membujuk konsumen itu tidak semudah yang kita kira. Yap, apalagi brandnya bukanlah seperti produk kecantikan, atau makanan maupun fresh drink. Pastinya tentu lebih sulit kan. Di dalam Marcom Kompas sendiri ada tiga divisi. Divisi event, yang mengadakan event yang mengaitkan dengan brand, kemudian Promo membuat kreasi materi sampai placement ke media, lalu CR, semacam costumer service.

Communication is not so simple, as simple as u think!

SONY DSC

LIT.BANG KOMPAS

It might be confusing, boring, not involving or not related.

Dan tugas tersulit kami hari ini adalah membuat logo dari brand kami. Oh, ya, logo angkatan juga. Jadi kami dari tiap kelompok  harus membuat logo angkatan dan menentukan nama angkatan. Namun ada yang lebih sulit, ini masalah liputan. Kami harus membuat tema liputan yang akan kami sajikan hasil olahan beritanya dalam Koran kami. Dan yap, sekaligus nama korannya.

Memang dari tahun ke tahun itu merupakan projek akhir kelompok di magangers ini. Aku, Florense, Yobel dan Nayla menempati sebuah ruangan rapat kecil. Yap, dulunya ini merupakan ruangan tempat kami diinterview. Sekarang kami duduk disana seperti sedang menunjukkan kami berhasil! Sekalian take a lunch, kami berdiskusi mengenai tema liputan kami. Aku sambil search referensi gambar logo untuk angkatan. Awalnya kami memilih infineight. Dari kata infinity dan eight untuk batch kami yang kedelapan. Tapi ternyata sudah ada kelompok lain yang memilih.

Akhirnya kami beralih ke nama lain, dari bahasa italia. Dalam diskusi kami merembet kemana-mana. Rupanya benar-benar menyenangkan memiliki teman seperti mereka. Terlebih Yobel yang sangat doyan makan. Kami berdiskusi tentang sejarah kehidupan di zaman revolusi industry dimulai dari Inggris. Dan Flo bertindak seperti tutor kami, menjelaskan ini-itu.

Kami berhasil memilih tema liputan KONTRAS. Kami berniat meliput pasar kue tradisional dan kafe-kafe elite sebagai perbandingannya. Semoga saja berhasil.

Dengan berbekal selembar kertas A2 dengan gambar kaos serta logo di atasnya, aku dan Flo mempresentasikan logo dan nama angkatan yang kami pilih. Akhirnya, tibalah saat penentuan. Penentuan siapa yang paling diminati pilihannya.

Akhirnya setelah voting, yang membutuhkan dua kali perhitungan. Terpilihlah, nama angkatan dari kelompok… dengan nama Infilism. Infinity of Journalism. Dilanjut dengan logo angkatan yang cukup rumit. Bukan semacam logo dengan satu atau dua shape saja. Yang menggambar adalah Hanami, waah! Gambarnya adalah sebuah foto polaroid yang di dalamnya ada gambar sebuah jalan dengan garis finish yang ditulisi Kompas Muda. Dan ada banner GOAL di atasnya. Ditambah logo delapan yang terbentuk dari dua kompas disatukan. Keren sekali ya angkatanku?

Kaosnya nanti berwarna hitam dengan dua garis di kedua lengan. Wah rasanya tidak sabar untuk melihat hasil cetaknya!

Menjelang penghujung hari, kami akhirnya harus menuliskan tema liputan kami pada selembar kertas yang direkatkan pada papan white board di depan ruangan. Kami sedikit kecewa tidak bisa menggunakan konsep Kontras karena meliput pasar sudah diblack-list. Entah kenapa dari tahun ke tahun setiap angkatan gemar sekali meliput daerah pasar. Terlebih jajanan kue basah. Itu ternyata mainstream. Walhasil kami berganti ke tema Online Shop yang dispesifikkan ke arah online fashion store yang berbasis dari instagram. Kami telah mendapatkan narasumber terbaik, masing-masing merupakan kenalan dari Nayla, Flo dan Yobel. Sayangnya, Yobel yang berjanji akan mengenalkan kita pada temannya yang berjualan garskin, batal. Karena temannya tidak punya ready stock. Jadi ia semacam hanya membuat bila ada yang mengorder.

SONY DSC

Aku nyengir gak tau kenapa

Baiklah, yang Yobel dibatalkan saja. Sore itu juga kami sibuk membaut janji dengan narasumber kami. Flo berencana mengunjungi temannya, atau kakak kelasnya, Gideon yang berbisnis topi sporty dan swaggy, malam itu juga. Nayla sibuk menelpon kenalan owner dari We Curate Shoppe setelah berhasil mendapatkan kontaknya di Instagram. Akhirnya telah ditentukan bahwa kami akan mewawancarai owner We Curate Shoppe esoknya hari keempat pukul 13:00 WIB. oke, satu narasumber lagi merupakan teman dekatnya Nayla. Dan ia sendiri yang akan datang pada hari Minggu. Sedangkan aku? Sibuk menyusun konsep atau istilahnya, dummy sebagai template koran kami. Akhirnya diputuskanlah nama Koran kami The Juvenile dari bahasa latin yang artinya REMAJA. Atau anak muda. Malam ini kami terlambat dari agenda, pukul 7 malam baru selesai membahas tema liputan.

SONY DSC

Diskusi buat liputan Gengs!

Malam itu juga kami mendapat kocokan untuk meliput esok hari. Jadi, kalau yang ini Kompasnya sendiri yang menentukan. Dan ternyata, haha, pantas saja pasar diblack-list. Ada yang dapat liputan di Pasar Ayam. dan kelompok delapan, The Juvenile mendapat lokasi di Kuliner Binus Kemanggisan.

Wah, kuliner. Kunjungan favoritku, apalagi aku sempat ada niatan jadi food blogger. Rasanya tidak sabar menanti hari esok, menerima surat tugas dari Kompas untuk meliput, yang berisi permohonan bantuan kepada narasumber. Rasanya High Quality sekali. Besok juga kami akan menggunakan name-tag asli kami yang baru jadi. Ditambah Id Akses agar kami bisa seliweran sesukanya di gedung Kompas Gramedia ini!

copyright photo taken by: Greg Aldy Magangers batch 7

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s