A Book to Care by Infilism| Kompas Muda

Infilism2

Video #ABooktoCare Infilism Magangers Batch 8 Kompas Muda 2016

Magangers batch 8 Kompas Muda berkumpul kembali sebelum menjalankan misi mereka. Ya, sebuah misi mulia berbagi kebahagiaan dengan anak-anak jalanan yang menghuni daerah Kebagusan, Pasar Minggu Jakarta Selatan. Titik kumpul pertama berada di gedung harian Kompas Gramedia. Telah Nampak kardus-kardus besar berisi buku untuk disumbangkan. Buku-buku tersebut telah siap dipacking ke dalam bus kuning yang telah menanti di jalan depan kantor. Setelah membaca doa bersama magangers batch 8 siap meluncur ke destinasi pertama.

13907133_10205276900762034_8170253912845099936_n

Pasukan Putih A Book to Care Infilism

Setibanya di lokasi, kami mencari spot bagus untuk foto bersama dengan spanduk #ABooktoCare, sebuah campaign yang kami share di berbagai media sosial terutama instagam. Ada berbagai divisi dalam keanggotaan panitia kami. Mulai dari konsumsi – bagian ‘tervital’ dalam setiap event -sampai dokumentasi. Sie acara yang berisi kumpulan orang gokil dan bisa diandalkan meriuhkan suasana, kemudian bagian sosial untuk sortir buku ke tempat Komunitas Rumah Peduli. Sie Perlengkapan yang membawa barang-barang penunjang kegiatan.

IMG_1188

Rifki, jadi magnet buat anak-anak

Kami berjalan beriringan membentuk sebuah barisan acak berwarna putih-putih melintasi jalan raya pasar minggu yang sungguh terik menuju tempat charity. Di sana rupanyabeberapa anak-anak usia SD telah menanti sambil bermain. Rizky mengeluarkan terpal biru yang dibawanya dan kami bersama menggelarnya di bawah sebuah pohon kecapi tua namun kokohmenaungi tanah lapang tersebut.

IMG_1213

siapa yang belum dapet roti?

Satu demi satu anak berdatangan mengerumuni kami. Acara dimulai dengan perkenalan. Bagi yang berani mengacungkan tangan dan mengenalkan nama sambil berdiri, akan diberi roti gratis dari Kak Florence, reporter magangers batch 8. Setelahnya dilanjut dengan menyanyi bersama kak Rizky dan Kak Alif yang masing-masing membawakan lagu Laskar Pelangi diiringi petikan gitar akustik serta ukulele Alif. Suasana begitu meriah, anak-anak tetap semangat turut bernyanyi meski cahaya mentari mulai terasa membakar kulit. Usai menyanyi, giliran Abang Dongeng kami, Kak Aufa Ferrarino yang membawakan sebuah dongeng tentang Franky and Friend. Seketika semua senyap menyimak Kakak dari Desainer ini mendongeng untuk adik-adik.

IMG_1227

Aufa si Abang Dongeng

Sebagai  follow-up Flo melontarkan tebak-tebakan tentang Franky dan bagi yang menjawab dengan tepat akan mendapat sebuah hadiah. Ide jitu untuk membangkitkan antusiasme anak-anak. Tak cukup sampai di sana, keseruan kami belum di puncaknya. Kak Ahan sebagai penanggung jawab games mulai membagikan gundu (kelereng) dan sendok plastik kepada anak-anak. Jadi setiap anak harus terbentuk ke dalam sebuah tim beranggotakan lima orang.

IMG_1242

Yang masing-masing tim harus membawa gundu sampai ke garis finish dan membawa kembali gundunya untuk dioper ke teman satu tim. Rupanya bahkan magangers saja tidak bisa membawa sampai garis finish, ada saja yang menjatuhkan, saat diadakan simulasi kakak-kakak magangers gagal membawa gundu sampai ujung. Tidak heran bila anak-anak itu juga kesulitan. Lucunya bahkan ada yang memegangi sendok dengan satu tangannya. Saking takut jatuh. Selain permainan gundu tersebut, kami juga mengadakan games Traffic Jam.

IMG_1239

Ugh, persaingan yang ketat!

 

Dengan bermodal tiga lembar sobekan koran setiap tim harus mencapai garis finish. Setiap tim dituntut mengandalkan kekompakannya. Jadi, begitu orang paling depan telah mencapai lembar koran ketiga, orang paling belakang harus mengoper lembar koran terakhir agar dapat menjadi pijakan berikutnya. Begitulah seterusnya hingga mencapai finish.

***

IMG_1287

Besok mau jadi apa, dek?

Acara ditutup dengan Istirahat dan menggambar serta mencoretkan harapan di selembar kertas sepanjang banner kecil yang telah disediakan oleh teman-teman magangers Kompas. Digelarlah kertas tersebut. Anak-anak berebutan spidol berwarna demi menuliskan impian mereka. Kami begitu terharu mendapati wajah polos berbinar mereka. Mendapati bahkan ada yang menuliskan kata-kata yang hanya selentingan yangsering mereka dengar dari orang dewasa di lingkungan mereka. Ada yang menuliskan ingin jadi begal, perampok serta profesi-profesi penjahat lainnya.

IMG_1259

Tegar pas Kecill

Jujur saja, hal itu membuat kami sebagai generasi muda begitu teriris. Para magangers menyadari perlu banyak instropeksi serta sosialisasi pendidikan bermutu untuk anak-anak jalanan seperti mereka. Akhirnya sampailah pada penghujung acara, kami berfoto bersama di tanah lapang kumuh tersebut. Mereka berbaris di depan para magangers ikut memegang banner ABooktoCare yang kami siapkan.

13920811_10205276932082817_345190934185770151_n

Closing acara A Book to Care Infilism @Pasar Minggu, Jaksel

Baiklah mungkin sampai disini, cerita seru bersama berbagi dengan anak-anak jalanan daerah Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

copyright photo by: Monika Yudhesta, Magangers Batch 8

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s