Day Sixth-PPSN 2015 “It’s Play Time!”

SAM_1034

Kita semua tahu bahwa pramuka yang dulunya punya sejarah panjang hingga kini masih sangat berkembang. Sayangnya sampai hari keeenam ini pun aku belum benar-benar mempelajarinya. Belum benar-benar memaknai katap pramuka, terlebih merasakan jiwa Baden Powell yang merasuk. Pernah dengar, yel-yel ini

Mati urip, putune Baden Powell! 

wuah serasa dada berdebar mendenggar seluruh anak pramuka menggemakan satu kalimat singkat itu. Berhubung aku tidak berlatar-belakang kepramukaan, aku baru mengetahui, bahwa pramuka tidak sekedar bernyanyi, membuat yel-yel, baris-berbaris, menebak sandi kotak, mencari jejak dan hal-hal kinetis lainnya. Pramuka mempunyai banyak kesakaan.

Singkatan dari Satuan Karya. Untuk menampung banyaknya ragam skill selain life skill, seperti yang sudah kusebut tadi, pioneering, tali-temali dan tongkat, semapore dan lain-lain.

SAM_1038

Contohnya saka Widya Budaya Bakti. Yang menampung bakat Kesenian Film, cagar budaya, Bina Sejarah. Atau saka Pariwisata, pemandu dan kuliner.

pagi ini kebetulan aku “tidak sengaja” mengikuti kegiatan kesakaan Widya Bakti yaitu Paud dan Bina Lingkungan.

rombongan yang mengikuti kegiatan Bina Lingkungan

rombongan yang mengikuti kegiatan Bina Lingkungan

Jadi begini awal-mulanya, seharusnya aku mengikuti kegiatan Permainan Rakyat. Aku dan Shafnah. Ternyata entah mengapa semua peserta puteri dikumpulkan jadi satu. karena ada kerancuan disini. ada yang bilang orang keempat ikut Ice Breaking, ada juga yang bilang Permainan Rakyat. Kami lebih memilih Ice Breaking tentunya. Akhirnya kami nekad kabur dari barisan.

“Min! kita kabur ke Bazaar aja yuk! Aku juga mau nyoba flying fox di danau…,” rengek Shafna. Setibanya di simpang jalan tiba-tiba ia menghasutku. “Yah, Shaf aku gak mau cari masalah,” kataku membalas.

Belum selesai kami berdebat. Tiba-tiba ada peserta dari Nusa Tenggara lewat depan kami. Sambil menyapa mereka bertanya, “Kak! Kakak mau ikut Ice Breaking juga/” Aku langsung tergagap. demi menjaga nama baik DIY aku segera menjawab, “I.. Iya,” Kemudian kulirik Shafna.Akhirnya tiga anak NTT tadi berhasil ‘menyeret’ kami bergabung ke barisan Ice Breaking. Namun rencana Allah lain. Kak Jarwo meneriaki kami karena terlambat. Dan kami dipindahkan ke rombongan Bina Lingkungan dan PAUD. Di sana termasuk Annisa dan Rafida. Mereka tampak sibuk menenteng pengki, ijuk dan sapu. Ada Mubin, Fuad, Prastowo dan Ibi.

The lake

The lake

Shafna langsung gusar karena ia mengaku tidak suka anak-anak. “Aku kesel banget sama adekku. Gimana mau suka anak kecil,” Kilahnya. sedangkan aku/ Aku suka sekali memomong mereka! So, Why not try/

Kami beserta perwakilan dari KONDA lainnya berjalan beriringan menuju tempat penyortiran buku. Kami melalui jalan yang membelah danau. Di sisi-sisi danau banyak saung tempat pemancingan.

SAM_1037

tempat pemancingan

Banyak pepohonan karet dan yang satu itu untuk pos Flying Fox. (Shafna manyun saja dari tadi). Kami akhirnya keluar dari areal Buper. Menuju jalan yang sama ke arah Home Stay KONDA DIY.

through the street between the lakes

through the street between the lakes

Setibanya di tempat drop box kami segera membantu memilah-milah. terutama buku-buku yang kurang cocok untuk anak-anak, harus disingkirkan. “Min! Yas!” Ibi memanggilku. “Kenapa/” kataku sibuk mengangkat kardus. “Haus gak lo” sial. Bilang aja minta jajanin. Pantas, pasti dia teringat gara-gara kami tadi melewati area Bazaar. “Nih! Gue titip!” Kataku sambil mengangsurkan uang. “Makasih, Yas!” Ibi langsung ngacir menuju Bazaar. Tepat sebelum kami berangkat, ia datang membawa dua botol Pulpy. Rombonan melanjutkan perjalanan sambil menggotongi kardus berisi buku-buku.

***

Temukan Kebahagiaan, di Tengah Kesederhanaan

Mubin dan Prastowo

Mubin dan Prastowo

Rupanya TK yang kami tuju adalah PAUD Tunas Harapan. Begitu kumuh, dekil, tak menarik. Mainan seperti komidi putar, ayunan, perosotan sudah berkarat. Rombongan kami kemudian dibagi dua. Ada yang bertuas momong anak PAUDnya. Ada yang bagian bersih-bersih,. Aku of course memilih momong. Kupikir kami harus mengajar. Namun ternyata, ya namanya juga momong cuma mainan di lapangan sempit.

SAM_1041

Yang di sekitar kami banyak pemandangan menyedihkan. Ada rumah penduduk berdempetan dengan kandang ayam, kambing, pendopo tempat berkumpul anak-anaknya saja reyot. Jadi semua anak PAUD diminta membuat lingkaran. Kemudian.., ya kami cukup menyanyi sambil menarikan gerakan konyol. Aku cuma ingat Prastowo dengan percaya diri maju ke tengah lingkaran dan ia memimpin semua menyanyikan lagu “Jari Apa/”

SAM_1046

“Ini namanya jari apa.. ini namanya jari jempool,” Begitu saja seterusnya. Hahaha, baru liat ada cowok yang begitu cocok dengan anak-anak kecil. Kulihat bahkan Ibi yang tidak begitu suka anak kecil, akhirnya berhasil mendapat satu anak kesayangan yang nempel terus sama dia. Namanya Eja.

SAM_1044

Ibi dan Eja

Tak lama hujan turun gerimis. Kami pun kembali ke bangunan PAUD. Semua duduk berdesakan.

SAM_1052

Banyak tumpukan buku yang tadi kami bawa. Huh, berantakan. Sedari tadi si Ibi memangku Eja, dipeluk-peluk saking gemasnya. Sampai minta selfie bareng.

“Lu napa demen banget sama Eja/”

“Imut banget, Yas! Gak kuat gue.., embul sih,”

“Yaudah bawa pulang aja ke Cilacap,”

“Haha, ngaco lu,”

SAM_1053

Usai membaca do’a kafaratul majlis, kami melakukan foto bersama anak kemah dan murid PAUD di pendopo. Kak Anis dan Rafida malah sibuk membagi-bagikan stiker Jogja Istimewa (Pamer logo baru hehe).

SAM_1061

Waah.. rupanya meski escape plan aku dan Shafna gagal, setidaknya Allah mengganti dengan yang jauh lebih baik.🙂

SAM_1064

SAM_1056

Fuad hehe

Fuad hehe

Prastowo and Me

Prastowo and Me

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s