Day Five-PPSN 2015 “Hiking to Kahyangan”

me with the textpict

me with the textpict

Pergilah melihat tempat lain.. daki gunung hingga ke puncak, mengarungi samudera, ke pesisir, menyelam di laut Buaken, membelah sawah dan padang rumut. Pergilah ke tempat lain, sebelum kau berbangga diri, jangan puas menetap di rumah mewahmu yang nyaman.

SAM_0958

Kira-kira itulah prolog yang tepat untuk mengawali agenda kami pagi ini. setiap orang wajib membawa P3K dasar, satu botol mineral dan sedikit cemian. Yap, kami akan mendaki ke gunung kahyangan masih di daerah Tanah Laut. Tidak jauh dari Tambang Ulang. Selain air mineral setiap sangga wajib membawa terpal dan mantol kalau tidak ada terpal (untuk alas duduk nanti).

SAM_0970

Sebelum berangkat kami terlebih dulu membaca do’a. tiap kelompok (orang pertama, kedua dst) jadi kami tidak bergabung dengan teman-teman sesangga. Jalanan yang kami lalui berundak-undak. Pertama hutan entah pohon apa namun agak berantakan.

me, shafna, and rifa the freak one

me, shafna, and rifa the freak one

Kemudian memasuki jalan perkampungan kami berhenti sejenak. Untuk sekedar berselfie tau menenggak satu-dua teguk. Kemudian kami lanjutkan perjalanan menanjak perkebunan karet.

SAM_0979

Banyak pohon yang sedang disadap. Ada wadah kecil yag diletakkan di sisi batang, menampung tetes demi tetes getah karet, yang mengucur dari celah batang yang dikoyak oleh pisau penyadap. Di sekitar pohon banyak tumpukan pupuk dari bekas bakaran sampah kebanyakan adalah kotoran sapi dan kerbau.

SAM_0978

Dari perkebunan karet kami melanjutkan ke padang ilalang. Rumput-rumput di sana tinggi sekali. Melebihi tinggi orang dewasa. Rasanya bila kami tidak mengenakan sepatu,ti kaki langsung gatal. Selepas dari padang ilalang kami memasuki perkebunan salak. Jalan geradakannya diapit pepohonan salak yang berduri dan terkesan menyeramkan. Rasanya teduh, bahkan gelap. Kami kembali beristirahat di pinggir jalan.

SAM_0990

Keluar dari perkebunan salak. Kami mulai mendekati gerbang masuk setelah cukup lama berjalan di jalan raya. Rupanya hujan mulai turun setelah melewati gapura.

sedia mantol sebelum hujan

sedia mantol sebelum hujan

Untunglah kami well prepare, satu persatu peserta kemah memakai mantol mereka. Setibanya di puncak Kahyangan, semua berbondong-bondong mengerubungi tulisan tanda kota raksasa “TANAH LAUT”. Tak ketinggalan aku dan teman-teman Konda DIY.

SAM_0998

Dan… seperti yang sudah kuduga, semua mengeluarkan kertas serta spidol untuk membuat textpict. Aku ingin membuat untuk angkatan acremiction di Mu’allimaat sekolahku. Tapi rasanya lebih afdhol kalau barengan Gisel. karena ia satu-satunya teman seangkatan dari Muallimaat yang mengikuti kemah nasional ini.

My friend Liza

My friend Liza

Hanya saja yang kucari tidak muncul juga. Terpaksa aku berfoto sendiri dengan teks seadanya. Sambil mencak-mencak kami berpindah tempat untuk hunting foto selfie bersama textpict, setibanya di bagian yang lebih atas, kanan-kiri banyak sekali tukang jajanan. Pandai sekali mereka berburu tempat ramai -_-. Ya di sana agak terlalu crowded, tapi no prob lah lumayan selfie bareng anak dari pulau lain.

Me and isel

Me and isel

“Yasmin!?”Pekik sebuah suara. Ternyata Gisel. Huh.

“Kamu ta’ cariin dari tadi!! Ayoo!” Gisel rupanya sudah menyiapkan. Bahkan tulisannya lebih rasional ketimbang yang kubuat. ACMnya jauh lebih terbaca. Yap.. ini dia.

SAM_1005

For my old friends in Bekasi

SAM_1008

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s