Indonesia Reader Festival::Day Two

IMG_7891

HOLAA!! Ketemu lagi! Hari kedua Indonesia Reader Festial, tanggal 8 Desember 2013. Sekarang semua panitia berkaos putih dengan logo Festival di depan. Hari itu aku full jaga di Kaca Patri. Asyiiik.. lebih comfort aja sih, menurutku, karena sama-sama cewek. Hari Minggu, di puncak tangga depan kaca patri aku dan Kak Ulfah ngobrol kesana kemari sambil nunggu peserta pertama… Kak Rani katanya dateng agak telat. Fu…,fuu.., banyak kejadian lucu hari ini!

Salah Satunya adalah karena terjadi reuni kecil antara teman-teman Kak Rani dan Kak Ulfa. Sebuah kelompok peserta tiba dan seorang pria bertubuh kurus melotot menunjuk Kak Ulfa. “Loh Ulfa? Ngapain disini?”

1526595_703097703043992_920360019_n

“Eh? Lu sendiri ngapain di sini?” mulailah mereka haha-hihi bertukar cerita. Rupanya Kakak yang menyapa kak Ulfa barusan adalah teman SD. Begitu Kak Rani baru kelar dari toilet. Lagi-lagi kakak kurus berambut keriting itu ternganga. “Loh Rani! Ngapain lo di sini?!” Aku lupa nama kakak kriting ini siapa _-. Yang pasti mereka segera akrab. Kakak Keriting ini rupanya teman kuliah Kak Rani. Biasanya kalau SD udah ogah nyapa. Tapi ini lain yah…

“Wah temenan, nih? Berarti bisa dimudahkan dong teka-tekinya!” Seorang lagi pria bertubuh lebih besar dan berdagu panjang mengangkat alis. “Yee.. enak aja! Gak bisa gitu dong!” Aku sontak berseru. Hihihi. Ya sudah. Permainan dimulai. Gulungan kertas berisi daftar judul buku yang harus ditebak disodorkan. Kakak bergau panjang yang dipanggil Kak Nugroho mengambilnya. “EH! Gue dong yang jadi pantomimnya?” aku, Kak Ulfa dan Kak Rani manggut-manggut senang. “Rasain lo.. tadi minta main curang. Gak bakalan deh!” kira-kira mungkin begitu ungkapan yang tepat dari manggutan kami.

Ada 5 Judul yang harus ditebak, sampai ke judul yang ketiga. Kakak itu tampak kesulitan. Dua temannya (termasuk temannya Kak Rani dan Kak Ulfa) tak bisa menebaknya. Dari gerakannya sih seperti proses pacaran terus ngelamar. Tapi entahlah semua kata kunci tidak ada yang tepat:

“Kenalan?” “Jodoh?” “Pernikahan?” “APAAAN ELAAH?!”

1609673_703097863043976_1567404249_nTiba-tiba si kakak ini menggamit tangan Kak Ulfa. Kak Ulfa berjengit kaget. Ia 7569_703097836377312_1651668724_n (1)
memposisikan Kak Ulfa sebagai pacarnya. Oh.. rupanya dia butuh partner untuk memperagakan pantomimnya. Kak Ulfa tertawa sambil menutupi mulutnya. Sedikit salting (Salah Tingkah) mungkin hahaha. Kak Rani menjepret-jepret berulang kali dengan kamera Nikkonnya. Puncaknya adalah ketika Kakak itu berlutut, menggerakkan tangannya keluar dari saku jeansnya, seperti orang mengeluarkan kotak cincin. Dan kemudian membuka tutupnya. Kak Ulfa tak bisa menahan diri lagi. Ia memegangi perutnya saking geli.

“Pandangan Pertama??” Nah! Itu diaa!! Kakak Nugroho mengacungkan jarinya. Seperti ingin bilang “Nah! Nah nyaris mendekati!!”  kemudian menggeleng-geleng cepat. Kemudian Kak Nugroho menggerakkan dua jarinya, menunjuk kedua matanya kemudian ke mata Kak Ulfa. “eyes on Me!” kira-kira begitu mungkin maksudnya. “Lah iyakan pandangan pertama?! Terus apa dooong?!” Kak Kurniadi (ah aku sudah ingat namanya) terlihat putus asa.

996581_703097899710639_1710051489_n

LOOK AT HIS FINGER! He made a heart shape/love symbol.. Lu,u/ Hey don’t judge too fast. it was just a one of movement in pantomim

“ketemuan?” Kata kakak perempuan bernama Kak Febri. “AHAHH!! NYARISS!”

Dari tadi nyaris mulu.. “EH! Gak boleh ngomong kan peraturannya!” Aku mengingatkan.

“Pertemuan Pertama!” Yap. Akhirnya ketebak juga.. T_T

1536733_703097983043964_1590354689_n

Take a photo before continue the game to the next post

***

Oh ya sebelumnya ada yang lebih FUN lagi. Bukan fun sih, tapi excited. Oke, di sela-sela bertugas menjaga pos, aku dan dua kakak ini menyempatkan diri ke workshop kepenulisan bersama AHMAD FUADI! Sialnya, aku lupa membawa bukunya. Rasanya sih sudah bawa ke mobil. Tapi, ah takut gak keburu buat ngambil di parkiran. Abang Fuadi gak kemana, neng… #eh.

Ya sudah dengan sedikit malu (karena Cuma aku yang gak bawa bukunya Pak Fuadi.) kamipun menyelinap masuk ke ruangan workshop yang mulai sepi. Ahmad Fuadi penulis Negeri 5 Menara. Yang membuatku semakin bersemangat belajar dan memandirikan diri, karena isi bukunya sangat suasana Santri. Dan kisah di Ranah 3 Warna ketika tokohnya mendapatkan beasiswa pertukaran pelajar ke luar negri. Rasanya melecut semangatku untuk bisa pergi ke luar negri. Hu.. hu… /isakan obsesi kompulsif😥.

Dan cerita Si Alif, anak Pondok Madani yang tidak mempunyai ijazah setelah lulus pesantren. Dan belajar mati-matian selama tiga bulan untuk mengejar semua ketinggalannya di MIPA. Dan ia pun lulus ujian Paket C. ini jelas meluruskan image bahwa ujian paket Cuma buat anak malas yang mau instan. Karena kebanyakan teman-temanku menganggap kalau ikut Ujian Paket sudah dipastikan lulus. Ckckck…

Oke, kembali ke real-life. Sementara Kak Ulfa dan Kak Rani ngantre minta tanda tangan (aku mengamati sambil iri), Pak Ahmad Fuadi ini menerima dengan senang hati ajakan berfoto bersama..

JKREK! CHEESE!

 

1012926_703097463044016_42752749_n

Take a photo with FAMOUS WRITER! Ahmad Fuadi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s