Ayun Lentera

lentera

Setelah aku berpaling dari-Mu

Jalan setapak itu sirna

Gelap sudah mata hatiku

Berontak aku atas perubahan ini

Saat kulenggangkan langkahku

Meredupkan cahaya-Mu

Kau terjunkan aku

Biar aku terguling menghantam asteroid

Begitu aku membasuh wajahku

Kau ubah wajahku menjadi seekor jelaga hitam

Kau peringatkan aku

kau tegur semua perbuatanku

Aku tetap tidak paham

Sebuah botol terguling, menyentuh kakiku

Kutenggak isinya, mengalir membasahai dahaga

Belum sempat aku mabuk,

Tubuhku terhuyung

Aku membutuhkan-Mu!

Mana cahayaMu?

Mana kehangatan itu?

Kasih yang Kau limpahkan padaku…

Tak seorangpun..

Tak seorangpun memapahku…

Mereka menjauh, muak dengan aroma mulutku

Mana lenteraku.?

Kunyalakan lenteraku

Berharap ada keajaiban

Kugelar sejadah panjang

Kupecahkan botol di atasnya

Tanganku terayun

Semua terjadi begitu cepat

Jantungku berdetak melambat

Nadiku mengalir putus-putus

Nafasku pun terperangkap,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s