Colour of Life

Kami terlalu polos menyikapi milyaran warna kehidupan. sampai-sampai tak sanggup lagi menentukan warna-warna dasarnya. Dan aku, manusia yang tak lebih pintar dari seekor burung unta yang bersembunyi, berasumsi: Jika saja aku bisa menggeluti hal serupa dan minat yang sama dengannya, tinggal soal waktu kami akan bertemu lagi. Walaupun kenikmatan itu hanya sedetik, aku akan mensyukurinya bermilyaran detik, bahkan hari, bahkan bulan, bahkan tahun bila aku sanggup berespirasi selama itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s