Benda yang Disebut PERASAAN itu.

Lagi-lagi aku terbelenggu oleh hawa nafsuku. Lamunanku membuat kesimpulan-kesimpulan sendiri. Aku takut terjatuh. Aku menyanggah impianku yang tak pantas itu dengan dunia fantasi yang kukembangkan. Aku berkubang dalam kenaifan tentang perasaan. Mengerikan. Aku nyaris tak taju lagi mana yang sungguhan terjadi dan mana “fakta” yang berasal dari keputusanku yang menetapkan bahwa itumemang fakta.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s