Kau Tahan karena Gengsimu Sebagai Lelaki

  Pagi itu, di sekolah, belum masuk pelajaran pertama, seumur hidup baru kali itu aku menyaksikan salah seorang teman laki-lakiku menangis tersedu-sedu. menangisi kepergian orang terdekat dari seorang sahabatnya. waktu itu aku menginjak kelas 8 SMP. Kudengar salah seorang temanku yang lain sambil berjalan menyusuri koridor berseru mengabarkan bahwa Ayah dari teman dekatku baru saja meninggal. sebut saja namanya Riski. Riski punya partner.Tapi bukan teman kerja. karena mereka memang sangat akrab.

adalah.., sebut saja Ghofar sangat terpukul mendengar kabar tersebut. ia sempat berdebat dengan teman yang telah menyebar berita itu. Aku ingin sekali menjenguk Riski. Sebagai bukti kepedulianku sebagai teman, dan mukjizat datang! Ira memanggilku. Rupanya aku selain Ira saja yang terpilih sebagai perwakilan OSIS untuk mengunjungi rumah Riski. aku mengusulkan Ghofar sebagai salah-satu yang harus ikut melayat. Perlu dibujuk berkali-kali ia baru beranjak. Bukan norak atau berlebihan sikapku kalau aku agak terkejut melihat beberapa teman Riski lainnya juga menangis berkumpul di salah satu anak tangga.”Riski.., kenapa harus sekarang sih?” kudengar salah satu di antara mereka ngedumel.

sudah sampai di teras sekolah, karena kami juga menunggu guru-guru bersiap, Ghofar dan temannya menendangi kreikil yang berserakan di lapangan depan sekolah. mendecak. tak lama mereka tiba-tiba tertawa lebar. Rupanya mereka tengah mengenang candaan Riski yang terkenal senang melawak.

kebayang gak sih? baru kemarin gue ketemu bapaknya Riski ngejemput dia di rumah gue. Inget gak? candaan-candaannya yang bikin kita semua ngakak. gue gak bisa bayangin dia kehilangan candaan itu.

Alunan suling yang Ghofar mainkan dan nada-nada ngaco serta ekspresi jahilnya Riski bernyanyi mengganti lirik lagu. ditambah aku yang sewot, menyuruh mereka diam. Aku juga tidak sanggup membayangkan seorang Riski menangis. beberapa teman kami yang tidak ikut berseru-seru dari jendela lantai dua. Memohon agar boleh turut serta. Ah, dasar basa-basi. Aku, Ira dan beberapa teman cowok masuk ke mobil antar jemput sekolah. Guru-guru semua naik motor. Ghofar sudah reda tangisnya. sepanjang perjalanan kami juga sudah tertawa-tawa lagi. tidak mungkin berlarut-larut sedih. Yang aku SANGAT TERKEJUT. Saat bertemu Riski. kami semua takjub.

****

Luthfi merengek minta ikut.

“gue udah main bola sama Riski dari kandungan!” katanya begitu

Ghofar dengan bangga membalas.

“gue udah main PS sama Risi dari kandungan!” Tetap saja ia tidak diajak ikut. Rupanya Ayahnya Riski meninggal dunia karena serangan jantung akut. Ya allah tabahkanlah dan muliakanlah para ibu yang ditinggal suaminya. Sungguh berat beban ekonomi yang akan ditanggung beliau.

***

Yap! Riski tidak MENANGIS. Sama sekali sempurna tersembunyi ekspresi sendu layaknya orang kehilangan orangtuanya di waktu usianya masih muda. “Ris, yang sabar ya!” Riski menangguk. Masih dengan gayanya yang khas. “iya gue udah sabar dari tadi malem!”

“Kok lu gak nangis Ris?” Ira bertanya.

“Ngapain?~” Aku jadi bertanya-tanya. Teman-temankah yang lebay,, ataukah, Riski saja yang keterlaluan menahan ekspresinya. menahan tangisnya. Atau juga, Riski memang tidak TIDAK dan TIDAK ada perasaan ingin menangis. “Gue cuma sedih, eh–pada duduk dong!” ujarnya mengalihkan pembicaraan. mempersilahkan kami duduk dengan gaya informil. masa’ iya dia bakal bilang silakan duduk.

Riski, adakah hatimu bicara bahwa kau sesungguhnya telah letih sehingga enggan menangis? adakah gengsi di sana sebagai seorang laki-laki sehingga engkau tahan tangis itu? karena kau lihat sendiri. betapa teman-temanmu ingin ikut merasakan kesedihan itu. yang rupanya tak nampak sedikitpun di wajahmu?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s