Di Negri Bayangan

Di negri bayangan, kesibukan sedang terjadi seperti biasa. Ada beberapa bayangan baru muncul di mesin penghasil bayangan. Kalian tahu bayangan kan? Itu lhoo, yang warna hitam di bawah kita, selalu berubah-rubah panjangnya sesuai arah cahaya matahari. Bayangan tentu selalu mengikuti kita bukan? Nah, bila ingin tau unsure-unsur dalam negri bayangan, silahkan baca rincian berikut ini: – Negara: Amerika Serikat

Amerika Latin

Inggris

Kanada

Dan lain-lain……..

-Usia     : 1-3 tahun

4-6 tahun

7-9 tahun

Daaan seterusnya

Ya, hanya segitu sih, unsurnya. Tahukah kalian, ketika kita mati. Tentu bayangan kita terpendam dalam liang kubur bukan? Sebenarnya, selama terpendam dalam liang kubur itu, ia lama-lama memudar, memudar dan menghilang sama sekali. Jadi jasad dalam liang kubur itu tak ada bayangannya lagi. Mengherankan sekali bila kalian bertemu dengan manusia yang masih hidup tapi tak ada bayangan yang bergabung dengannya, bukan? Menurut kalian itu mustahil. Tapi dengarlah kisah ini, ada anak kembar yang tak mempunyai bayangan. Mulanya mereka tak menyadari hal ini, namun akhirnya mereka sadar dan kerepotan mencari bayangan mereka, yuk kita ikut dalam petualangannya!

“yak! Ibu ingin kalian mencatat dan menggambar perubahan-perubahan bayangan kalian. Dari pagi, siang dan sore, juga senja menjelang maghrib!” titah bu guru pelajaran Sains yang bernama Ibu Tina. “gambar di buku tulis bu, bayanganny?” Tanya Putu. “tidak. Tapi di gambar di worksheet yang akan ibu bagikan!” Bu Tika membagikan worksheet pada setiap siswa. KRIIIING! Bel pulang berdering. Semuanya berkemas untuk segera pulang. Betapa semangatnya mereka diberi tugas mengamati bayangan. Setelah membaca do’a pulang, prosedur selanjutnya, seperti biasa, siswa-siswi berhamburan dari dalam kelas. Putu tidak langsung pulang. Ia menengok ke kelas sebelah dulu. Ia menunggu saudaranya sampai keluar kelas. Akhirnya, semua siswa di kelas sebelah juga berhamburan dari dalam kelas. “Ayu!” seru Putu memanggil Ayu dari balik tikungan koridor lantai atas ini. “Eh! Putu!” Ayu berlari menghampiri Ayu. “Putu, kamu dapat tugas gambar bayangan, gak?” Tanya Ayu. “Tentu saja aku dapat!” ujar Putu seraya mengacungkan  selembar kertas worksheet yang telah dilipat dua oleh Putu. “Nih! Kalau mau lihat!” Ayu membuka lipatan kertas dan melihat isinya. “Oh, sama. Besok pagi kita mulai pengamatannya, ya!” ajak Ayu. “iyalah! Kalau bukan mulai besok pagi? Kapan lagi? Kan disuruh mengumpulkannya senin pecan depan!” celoteh Putu. Mereka terus mengobrol sambil menuruni anak tangga ke lantai bawah. Hmm, akankah mereka kaget begitu mengetahui yang sebenarnya?

ADUH! GIMANA INI?

“Jadi gak?” desak Ayu. “jadi deh, jadi..” Putu bangun dengan malas. “Habis sholat jangan malah tidur lagi, Neneng!” komentar Ayu. “katanya mau ngamatin bayangan?” kata Ayu lagi. “iya, ih! Iyaa! Nih, aku sudah bangun. Tunggu, aku pengen nyisir dulu.” Cegat Putu sebelum Ayu keluar kamar. “ah! Lama! Dandan melulu, sih, Put? Aku aja nih, masih gembel rambutnya, biarin aja! Kan hari minggu. Habis mandi aja nyisirnya.” Ayu menarik sehelai rambutnya yang kusut. “lama-lama kusut gak bias disisir sama sekali lho, Yu!” tegur Putu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s