Patah Tulang

Astaghfirullah, pagi tadi, ketika kami lagi nonton teve. abi mendapat telpon. telpon dari Ayek. kata ayek, tangan bunda patah! bunda itu ibunya ismail, ismail itu sepupuku. bunda itu kakaknya abi. hanya saja aku dan adik-adik memanggil beliau Bunda. “patah gimana?”

“pas lihat CFC KEBAKARAN, dia jatuh terus tangannya patah. eh, maksudnya tulangnya.”

“bukan patah ngkallee.. tulangnya ngegeser..”

”ya.. insya allah..”

“berangkat pakai motor, pulangnya pakai taksi jadinye..”

“motornya?”

“kayaknya ditinggal di CFC..”

“tapi gak ikut kebakar kan?”

“nggaak..”

“oh-ya Bu, insya allah niee.., Azka bakal punya adik!” kata abi berusaha mengubah kesedihan ayek atas patahnya tulang Bunda.

“iya?! wah… alhamdulillah!”

aku tanya ke umi, gimana bisa jatuh Bunda-nya? kata umi, karna terlalu panik lihat CFC kebakaran. jadi.. begitu deh. gak terlalu jelas siih. tapi intinya, tangan bunda diduga jadi patah. belum digips, tapi udah dibalut. beda loo itu! gips sama dibalut doang.. aku jadi teringat temanku: ITA namanya. dia paling jago melukis di sekolah kami. lukisannya bisa saja lukisan pak hasyim: guru lukis kami. tiba-tiba, saat menjelang class meeting kenaikan ke kelas 3 sd. dia datang dengan tangan kirinya yang digips. alhamdulillah bukan tangan kanan, yaa, maksudnya masih mendinglah.. jadi dia masih bisa nulis and gambar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s