Masih Musim Tahun Baruan

kira-kira tgl 3 Januari ataw 4, aku mulai rajin bergulat dengan dapur. sebelom-sebelomnya kan aku paling males masak, ngupasin bawang, ngiris cabai, ngerajang buncins atau apalah! pokoknya hal yang musti dilakuin di kithcen (kecuali bikin kue) aku rada males! tapi, ternyata waktu hari itu aku semangat banget bantuin Umi ngupas bawang putih 2 siung, ngupas bawang bombay satu buah. terus metik daun pandan di kebon belakang.

dimulai dari hari yang cerah. menyambut datangnya musim kemarau, langit pastilah lebih bersih dari bulan-bulan yang nama akhirnya ada suku kata ‘ber’. (september, oktober, dll). awan hanya ada sedikit, atau kadang malah tak ada awan sama sekali. biasanya bulan-2 yg lalu pagi-pagi jam delapan ataw 9 langit masih teduh karena penuh sesak awan kelabu. tapi kini, benar-benar terang!

aku dan Fatan membuat roti bakar menggunakan Sandwich Maker. sebenarnya itu alat pemanggang roti. gunanya mirip toaster-laah, tapi masih lebih praktis toaster dr pd mesin Sandwich Maker. aku menarik dua kursi dr sekeliling meja makan ke depan meja dapur. satu u/ Fatan, satu lagi u/-ku. aku bertugas mengoles mentega dan menabur meses ke atas selembar roti. lalu menumpukkan selembar lagi ke atasnya. dan Fatan bertugas meletakkan roti yg tlah siap dipanggang ke dalam mesin pemanggang roti itu. fatan juga bertugas mengoleskan mentega di tempat memanggang rotinya agar kulit rotinya juga gurih dan tak terlalu garing. kami bertugas sambil bercanda tapi lama-lama perang abad 21 nyaris meletus karena kami. fatan mengejek-ku berlebihan dan bertindak dgn gaya menyebalakan. mulutnya jadi jellllllleeeeeeeek sekali. betapa geramnya aku mendengar celotehnya yg lama-2 berujung menghinaku! bila aku mengejarnya ia menangkis duluan dengan main tangan yg songong. menjulaki kepalaku. lidahnya menjulur-2 panjang. aku merasa tdk dihormati sebagai kakak tertua. dia anggap slama ini dia maklum melakukan hal kasar pd kedua saudara perempuannya karena di satu-2nya anak laki dlm persaudaraan kangdung kami. aku segra mengadukannya pd Abi & abi langsung melerai. stlh minta maaf pd-ku, dia bersikap ramah dgn bercerita dongeng hayalannya dgn ekrpersi sok akrab pd-ku. hihh nyebelin!

stlh roti jadi, kami semua melahapnya dgn senang. sayang, aku memakan setengah potong roti sambil ke-asyikan bnaca buku, jadi, aku tidak memakan jatahku yang sepotongnya lagi karena sudah dimakan sm abi ataw siapalah. aku tak mengapa dan agak mengacuhkan hal itu. tapi abi & umi memutuskan u/ membelikanku roti lagi sekalian beli kangkung buat makan siang nanti kata beliau berdua.

sehabis kenyang makan roti, sekitar jam 10 atau 11, aku membantu umi membuat tumis kangkung! saat aku masuk ke dapur, langsung kutanyakan ‘ada yg bisa kubantu?’. umi langsung menyuruhku mengupas bombay & bawang putih. umi suruh aku ambil bawang yang gede-gede. setelah dikupas, tentu dicuci. lalu aku mencuci kangkung. umi mengambil sekeranjang berisi kangkung dan panci kosong rice cooker lalu memberikannya padaku. aku menenteng kedua benda itu ke atas lantai hijau tmp biasanya bu iyah mencuci baju. mulanya aku belum bisa mencucinya dghn benar, tapi segera setelah umi melihatku salah memakai cara, umi mengajariku bagaimana cara mencuci kangkung yang benar. “mirip nyuci beras sebenernya” komentarku melihat umi memperagakan satu kali.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s