Pagi di Syurga

Tangan halus, suci dan bercahaya
Membelaiku
Membuatku terbangun
Memaksaku membuka pelupuk mata
Menyuruhku menggerakan tangan ini
Membuka jendela untuk menyapaNYA

Menimangku dan
Melemparkanku ke pelukan hangat sang Pagi
Kulihat di bola matanya
Mamancarkan seribu keramahan

Matahari menyongsong pagi
Menambah hangat
Sorot mataNYA
Yang bergerak elok begitu lincahnya

Kulihat di bibirnya
Bergelayut manja
Seribu senyum manis
Yang tumbuh menjadi
Bunga mawar dengan keindahan merah
Berwarna mencolok
Yang tak pernah lepas
Malah makin melekat

Kulihat hidungnya
Menghembuskan nafas segar, sejuk
Yang menyelimuti bumi
Dan membuat pagi
meniupkanku
Agar kuterbang mengelilingi syurga
Tiupan itu berhenti
Menurunkanku perlahan

Aku terpana
Dengan penuh tanda Tanya
Kudibawanya
Ke pinggir air telaga
Aliran air mataNYA
Yang menanam kaki ini
Di air itu yang hening bening
Sejuk berkilau

Duhai
Ia mempersilahkanku
Membasuh wajah
Dengan airmataNYA
agar kembali
Menjadi suci

Ia menatapku
Sangat dalam
Dengan matanya yang berbinar
Elok bersinar

Ingin kutahu
Dimana aku?!
Ingin kuberlari
Tak henti-henti
Kabur dari sini!
Kubaru menyadari
Aku tak bisa lari

Karena kaki ini
Telah tertanam di dasar sungai telaga
Ah, bodohnya aku
Tak dapat mencari
Jawaban sendiri

Ya, YA, YA benar!
Aku ditempat yang dihuni
Mereka yang mulia
Bertaqwa, dan mempunyai ISLAM yang luar biasa

Kudengar suara merdu
Seruling malaikat
Makin lama makin mendekat
Membopongku di atas punggung Muhammad

Mengajakku berkeliling
Melihat-lihat
Kristal kehidupan
Desa syurga
Yang begitu rupa, damainya

Riuh rendah
Nyanyian bocah desa
Mengiringi di setiap langkah mereka
Untuk berlomba-lomba
Menggapai-gapai sang CAHAYA

Sungguh perasaan heran ini
tak dapat kutampung lagi
aku memberanikan diri
berusaha mengetahui

“Siapa yang mereka cari?”
Muhammad hanya terdiam!
Semua ini bagiku sangatlah indah
Walaupun memang penuh misteri

“Kau ikutlah saja mereka
berlomba-lomba
menggapai sang CAHAYA
Suatu saat pasti
Kau akan mengetahui
Siapa yang mereka cari”

Tak ada pilihan lagi
Aku berusaha mengikuti
Berlomba-lomba mencari
Apa yang juga mereka cari

Bocah desa bernyanyi
“Laju-laju kereta api
tak henti-henti berlari
berusaha meraih
apa yang dicari”

kali ini
kuyakini
yang mereka cari
ialah sang GUSTI

Akhirnya kulangkahkan kaki
untuk berturut serta
bersama mereka
untuk ikut berlomba meraih-raih kasih sayang GUSTI

nyanyian bocah desa
Selalu mengiringi
Disetiap langkah perjuanganku
Meraih, menggapai
Memeluk dan mendapatkan sambutan hangat pertama
Sang ILLAHI

Crated by Yasmin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s