GURU for Mrs. Efi

The sun irradiate the clement morning
I walking to my school with empty gaze
i dot know why–in start i comed to my school

<!–[if gte mso 9]> Normal 0 false false false MicrosoftInternetExplorer4 <![endif]–><!–[if gte mso 9]> <![endif]–> I cant plant some smile in this face

I waver overbear the class’s floor
let alone after antrance  my class
that class like knowledge’s lair , wich impound everybody wich enterance to there

I dont know why….
every enterance to class, i felt lazy
i dont know why….
every i look my teacher, i felt borring
let alone if  i instill  my foot on class’s floor,
Ooh my teacher…you verry-verry whole-hearted bestow our whit knowledge
Setiap kupandang wajahmu, terlihat keringat bercucuran, muka letih peluh dan capai
Tapi kau berusaha menyembunyikan semua itu
Kau tak ingin menyiakan waktu ini tuk membanjiri muridmu ilmu

oh menyesal diriku karena sudah merasa malas jikalau bersekolah. barangsiapa yang malas sekolah, maka ia merugi dan celaka

Berusaha kau tunjukkan wajah segar bugar padaku
Dengan tergesa kau pergi mengajar
Tak sabar, ingin memberi kami umpan untuk kami memancing ilmu kesekian kalinya
Walau dari seberang lautan, kau tetap memaksakan diri mengajar muridmu.
Beribu mil-mil jauhnya kau sebrangi lautan. Berjuang gar sampai di tepi pantai tetap dalam keadaan hidup
Moga perjalanan lukamu guru, tak sia-sia
Bilaku telah bosan mendengar ocehanmu diam-diam kumengeluh, menggerutu, seperti tak bersyukur atas pemberian Gusti yang berlimpah
Mungkin kutak tahu saat itu, bahwa kaulah kiriman Allah satu-satunya yang dapat menemaniku ke sarang ilmu.

Dan menabungnya di otakku
Memberinya sarang ditubuh
Mengembang  biakkannya
Agar kelak kudewasa dapat memanfaatkan ilmu itu dengan baik untuk cita-citaku
Kutahu yang menitipkan ilmuNya pada guruku ialah Engkau

Lalu mengapa kutak mensyukurinya?!
Kutahu kau tak tahu kalau aku sering agak jengkeldan kesal padamu
Karena itulah kau tetap dengan ikhlas
Melantunkan irama lagu
Yang begitu merdu, lewat hatimulah kau kirim lagu itu untukku

Sang Illahilah yang membuat hati kita
Saling bicara
Lewat mimpilah
Kau bicara
“Muridku apa kau tak menyadarinya?
Tak ada gunanya, kau pergi kesekolah, terseok-seok, tertatih-tatih kau melangkah
Orang tuamu telah bersusah payah, sampai mereka tebanjiri darah,mereka sendiri. Mereka tetaplah membiayaimu sekolah. Sadarilah, sadarilah NAK!”

Akupun menyadari….
Tak ada gunanya kusekolah, sungguh itu tak berguna
Kalau kumalas menangkap ilmu dariNya, dan tak mau mempelajarinya, bersama.
Sang Maha Adil,guru…
Apa yang sebenarnya telah kulakukan terhadapmu slama ini?!
Padahal kau senantiasa berjuang luka pedih, perih demi diriku!
Ingin rasanya ku dekap dirimu.. mencium punggung tangan sejukmu, menghembuskan nafas do’a bersamamu….

Tapi..tapi tak dapat kulakukan semua itu
Didepanmuu
Hanya hatilah yang dapat mengungkapkan semua itu
Yang dapat kuperbuat untuk menghapus noda, dosa
Hanyalah…
Mati…dalam mimpi , larut dalam lantunan lagu
merdumu.. sampai memasuki ubun-ubunku…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s